Skenario Dadakan ?

“Milliaran Manusia Lenyap Tiba Tiba Diseluruh Dunia”

Demikianlah kira kira topik utama yang akan bermunculan dimedia massa.
Baca dulu ini . . .

Penjelasan dari para pemimpin negara, para tokoh di PBB dan Masyarakat Eropa akan mewarnai berita berita dimedia massa Radio, TV, Internet, Blackberry, Ipod, Ipad  tentang menghilangnya milyaran manusia dari planit bumi ini. Peristiwa supranatural yang akan menggoncangkan penghuni planit bumi yang tertinggal.

Skenario dadakan ini, apakah akan menjadi kenyataan atau suatu utopia; jawabannya bukan lagi berurusan dengan akal, melainkan semata mata dengan keyakinan iman.

Masalahnya berkisar pada percaya atau tidak percaya. Bukan lagi dengan ratio melainkan mempercayai wahyu (pernyataan) yang ditulis Alkitab. Mulai dari sini kita bergumul dengan kata ‘Iman’. Apa itu iman ?

Iman adalah substansi dari perkara yang diharapkan dan bukti dari perkara yang tidak terlihat.

Ibr. 11:1 Adapun iman itulah percaya yang sungguh akan hal perkara-perkara yang diharapkan, dan keyakinan akan hal perkara-perkara yang tiada kelihatan. TL

Salah satu contoh peristiwa supranatural yang telah terjadi dimasa lampau dan tidak akan terulang kembali yaitu dunia pada zaman antediluvian musna oleh banjir besar meliputi seluruh permukaan bumi. Bencana Air Bah pada zaman nabi Nuh, dicatat dikitab Kejadian pasal 6,7 (Gen 6,7).

Note:
Kalau anda memakai fasilitas web search engine – www.google.com- ketiklah kata ‘noah flood’, anda akan menemukan entry points sepuluh juta lebih. Luar biasa banyaknya pembahasan yang dipublikasi tentang banjir besar Nuh.

Pada zamannya Nuh  banyak orang tidak percaya akan datangnya malapetaka banjir raksasa. Hujan lebat belum pernah mereka lihat selama mereka hidup, karena yang membasahi bumi pada zaman itu adalah kabut yang naik keatas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan planit bumi – Gen 2:6. Mereka mentertawakan Nuh serta menolak ajakannya untuk bertobat dari perbuatan jahat mereka. Akhirnya yang tertawa itu semua binasa karena tidak percaya. Yang percaya dan masuk kebahtera hanya keluarga Nuh saja.

1 Peter 3:18-20 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, 19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, 20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.

Wahyu yang mendasari skenario dadakan

Janji dari Tuhan Yesus sendiri yang dicatat oleh Yohannes – Yoh.14:1-3

John 14:1-3 Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Wahyu yang dibukakan kepada rasul Paulus, ditulis dan dikirimkan pada Jemaat di Tesalonika – 1Tes. 4:13-17;

1 Thessalonians 4:13-17 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. 16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

dan kepada orang orang kudus di Korintus – 1Kor.15:51-57:

1 Corinthians 15:51-54 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 52 dalam sekejap mata [mendadak] pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. 53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. 54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.

Mengapa milliaran orang

Dengan asumsi bahwa yang menerima karya Penebusan Kristus dan mengaku percaya bahwa Yesus Tuhan telah mencapai ratusan juta manusia sejak zaman lahirnya Ekklesia (Ras Manusia Baru didalam Kristus), maka probabilitas dari segi jumlah bukanlah suatu hal yang mustahil dari mereka yang dibangkitkan dari 2000 tahun yang lampau bergabung dengan yang hidup dalam pengangkatan bersama. Mungkin beberapa milyar manusia.
Peristiwa hilangnya banyak orang beserta anak/remaja dibawah umur secara mendadak memang belum pernah terjadi sepanjang sejarah umat manusia . Hal ini tidak berarti bahwa peristiwa supranatural yang akan datang itu sesuatu yang mustahil.
Ada beberapa contoh mini yang dicatat di Alkitab sebagai gambaran yang akan terjadi:

Ada statement yang pernah keluar dari mulut Yesus – Joh.11:25-26;dan belum pernah diucapkan oleh manusia lain yang pernah hidup dibawah kolong langit. Nilai perkataanNya tidak ada taranya diseluruh penjuru peradaban manusia;

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati (kebangkitan Lazarus sebagai bukti),  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku (saat IA turun dari sorga menjemput), tidak akan mati selama-lamanya (pengharapan orang yang telah ditebus). Percayakah engkau akan hal ini?”

Kalau kita renungkan konteksnya dimana ayat diatas ditulis, maka seluruh episode yang dicatat tentang keluarga Lazarus difokuskan kepada ayat emasitu.

Bagi anda yang kenal dengan “pengakuan iman rasuli”, tentu anda masih ingat alinea : ‘dari sana IA akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati’. Dari sana artinya dari sorga, dari awan awan. Mungkin anda berpikir bagaimana mereka yang hidup dibelahan bumi yang lain ?

Menggelitik ungkapan Yesus di Injil Lukas 17:34-36.

Luke 17:34-36 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 35 Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” 36 (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)

Itu berarti terjadi pada waktu orang lagi bekerja diladang (siang hari) dan tidur ditempat tidur (malam hari). Belahan bumi yang satu sedang siang hari dan belahan yang lain sedang malam hari. Pengangkatan yang mendadak.

Mengapa Ras Manusia Baru harus dibawa keluar dari planit bumi ?

Karena dunia akan memasuki masa sengsara  luar biasa hebatnya.
Sama seperti nabi Nuh yang diselamatkan lewat bahtera sebelum bencana air bah; sama seperti  keluarga Lot yang dibawa keluar dari kota Sodom/ Gomora sebelum hujan api; demikian juga Tuhan sendiri akan membawa umat tebusanNya keluar sebelum masa sengsara dashyat menerkam penghuni planit bumi. Luke 17:26-30

Mari kita pakai nalar (common sense) sebentar.  Setiap tahun penimbunanan persenjataan malahan makin meningkat. Apakah belanja negara untuk persenjataan dinegara negara kawasan Timur Tengah makin berkurang ? Apakah perdamaian antar bangsa cenderung menurun setelah Perang Dunia I, Perang Dunia II dengan berdirinya institusi PBB ?
Silahkan anda periksa berita terkini dibeberapa situs:

http://www.prophecynewswatch.com/

http://www.worthynews.com/

http://www.arewelivinginthelastdays.com/events.htm

http://www.prophecytoday.com/

Umat manusia berDOSA walaupun dididik dengan susah payah, diajari untuk hidup berbudaya tetap saja berkelahi, saling menghujat dan bermusuhan. Alasan mikro, self defence, demi kehormatan/ nama baik, demi keluarga, demi marga, demi kalangan sendiri. Secara makro – demi keamanan territorial,demi mempertahankan negara, supaya kedaulatan dan keselamatan bangsa  terjamin. Alasan yang masuk diakal.

Lalu Apa ?

Bagaimana kita akan lolos dari masa sengsara hebat seperti yang tertulis di kitab Wahyu mulai pasal enam kalau kita mengabaikan keselamatan yang begitu besar dalam Kristus Yesus. Apakah Anda sudah ‘masuk’ dan berada ‘didalam‘ bahtera Kristus ?

Bukan menjadi anggota gereja tertentu, ikut aliran ini, memeluk agama itu, ber KTP dengan berpredikat agama anu. Bukan pula hidup saleh dan bukan berbuat kebaikan bagi sesamanya walaupun itu penting. Hidup saleh tidak membuahkan keselamatan, melainkan buah buah hasil pertobatan, meninggalkan hidup lama dan mengenakan hidup baru ‘didalam‘ Tuhan Yesus Kristus.

Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua mengandung dua peristiwa.

Mari kita mengkontraskan dengan dua pararelism dibawah. Kalau kita perhatikan dengan seksama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kedatangan Tuhan yang kedua itu ternyata mengandung dua events ( kejadian) yang dipisahkan oleh kurun waktu sekitar paling sedikit 7 tahun. Kurun waktu itu dikenal dengan sebutan masa sengsara Yakub (bangsa Yahudi), dimana kalau tidak disingkat waktunya, tidak ada yang akan selamat dari umat pilihanNya. Angka 7 berasal dari kitab Daniel 9:24-27.

Mat 24: 1-31
1 Thes 4: 13-17
Anak Manusia Tuhan sendiri akan turun dari sorga
Tanda tanda diangkasa Tak ada tanda tanda diangkasa
Penghakiman Tak ada penghakiman
Instruksi untuk lari menyelamatkan diri Tak ada instruksi untuk lari
Peringatan bahaya tentang Antikristus Antikristus tidak terlihat
Kristus (=Mesias) datang keplanit bumi Meyongsong Tuhan diangkasa
Semua bangsa bangsa akan meratap Tidak ada ratapan
Tidak disebut kebangkitan Yang mati ‘dalam’ Kristus bangkit duluan
2 kelompok ras manusia – bangsa Yahudi dan bangsa bangsa Kafir 2 kelompok ras manusia baru – mereka yang mati ‘dalam’ Kristus dan yang masih hidup.
Malaikat meniup sangkakala Sangkakala Allah berbunyi
Para malaikat mengumpulkan umat pilihanNya Kristus sendiri mengumpulkan umat tebusanNya
Sisanya  memasuki pengadilan bangsa bangsa – Mat 25: 31-46 Sisanya, ‘diluar’ Kristus tertinggal memasuki masa sengsara hebat.
Kelegaan bagi yang lolos dan boleh masuk kerajaan 1000 tahun Kelegaan bagi yang dibawa pada pengangkatan
Proses waktu Pendadakan
Periode sengsara sangat hebat Momentum sukacita luar biasa

Banyak tafsiran dan interpretasi yang ditulis dan dipublikasikan tentang eschatology (pengajaran tentang akhir zaman), seperti pre-, mid-, post tribulation, a-millinnium dan sebagainya. Namun penulis percaya bahwa dari segi probabilitas, pretribulation menduduki voting yang paling banyak dari kaum kolot ‘Injili/ Pemberita Kabar Baik’ (Evangelical).

Pre Mid Post Tribulation

Kisah nyata sebagai analogi

Penduduk dikota Johnstown, Pennsylvania diberikan nasihat pada abad 20 yang lalu ketika sebuah tim mahasiswa sipil menganjurkan mereka untuk pindah secepatnya. Pasalnya bendungan  dilokasi bersebelahan dengan tempat pemukiman mereka, aliran airnya bertambah keruh. Berarti telah terjadi erosi jauh dibawah, didalam tubuh bangunan dam tersebut. Bendungan diprediksi akan runtuh. Kapan waktunya tidak dapat dihitung secara matematis. Sekelompok penduduk memilih tetap tinggal dengan alasan: ” Ah, orang orang muda yang sok pinter. Mereka mana tahu apa yang mereka omongkan. Bendungan ini sudah berdiri puluhan tahun dan sampai sekarang tetap OK.”
Sekian waktu lewat dan hujan lebat turun beberapa hari didaerah hulu. Pemerintahan daerah mengirimkan tim insinyur untuk mengecheck. Tim segera menemukan retakan disebelah bawah bendungan, serta merta mereka turun menyelamatkan diri sambil berseru-seru: ” Banjir bandang segera datang, lari… lari…lari…!”.
Sekian menit terlewatkan, sekonyong konyong terdengar suara gemuruh luar biasa dan jutaan gallon air bercampur lumpur menyapu ratusan jiwa. Mereka binasa karena  tidak percaya.

Saudara pembaca yang budiman, artikel ini ditulis dengan maksud supaya anda lolos dari masa sengsara hebat yang akan terjadi tidak lama lagi. Berapa lama? Mungkin pada masa kita masih hidup? Dibandingkan kejadian ditanah air; peristiwa Mei 98 di Jawa, Tsunami  menerjang Aceh di Sumatra (Des. 2004). Bandingannya seperti semut dengan gajah. Sampai sampai disebutkan bahwa mereka yang hidup dimasa sengsara itu mau bunuh diri sekalipun tidak bisa. Wah.9:6.

Revelation 9:6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

Mengantisipasi dan merindukan kedatanganNya

Bagi anda yang akrab dengan komputer serta memiliki  Bible software King James Version, manfaatkan fasilitas Find/Search untuk melacak ayat ayat yang memuat kata kata waiting, looking, watch, appear, appearing dalam konteks mengantisipasi kedatangan Tuhan.
Anda akan menemukan bahwa bobot tulisan surat surat Paulus kepada RMB menekankan hidup kudus, berfungsi sebagai ‘garam’ dan ‘terang’ sambil mengarahkan pengharapannya keatas, bukan berorientasi kebawah. Titus 2:11-14.

Titus 2:11-14 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

Adalah hak Anda untuk tidak mempercayai skenario dadakan ini.
Namun paling tidak kemungkinan apa yang akan terjadi telah ditulis di Alkitab ribuan tahun yang lalu. Melalui layar TV, surat kabar kita tahu apa yang sedang terjadi diseluruh dunia (perang antar etnis, trend bencana alam yang makin meningkat) seperti yang dicatat di Matius pasal 24. Khususnya dikawasan Timur Tengah (Israel dan sekitarnya) sedang berlangsung penggenapan nubuatan di Perjanjian Lama. Sejarah manusia sedang menuju klimaks. Kejadian dan peristiwa didepan mata kita sehubungan dengan bangsa Yahudi, kota Yerusalem dan Tanah Perjanjian. Negara Israel adalah ‘time clock’ nya planit bumi. Silahkan anda mengechek berita beritanya setiap hari disini.

Bagi anda yang masih ‘diluar’ Kristus penulis menghimbau perkenankanlah diri anda diperdamaikan dengan Allah melalui Tuhan Yesus yang telah mati menggantikan anda.
Tanpa Juruslamat, anda menuju kepengadilan Tahta Putih. Keputusan-keputusannya amat  mengerikan dan sungguh dashyat nasibnya  – kekal selama lamanya . . .

Revelation 20:11-14 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. 12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. 14Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.Revelation 21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Penulis tidak tahu kapan skenario dadakan itu akan terjdi. Bisa saat anda sedang baca tulisan ini? Barangkali hari esok, minggu depan, bulan mendatang? Mungkin tahun ini 2012? Mungkin tahun depankah ? Puluhan tahun barangkali?
Penulis tidak tahu. Dari Firman Tuhan hanya dikatakan berjaga jagalah, karena kedatanganNya seperti pencuri diwaktu malam (ada unsur dadakan).
Time is running out ! Don’t perish with the world ! May it be that your choice will be unto a living hope.

Bagi anda yang  sudah ‘didalam’ Yesus, berdirilah teguh, eratkan ikat pinggang, sambil memfokuskan pandangan kepada Dia;

 Heb 12:2 Looking unto Jesus the author and finisher of our faith; who for the joy that was set before him endured the cross, despising the shame, and is set down at the right hand of the throne of God.Hebrews 12:2 serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman. Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah. (Terjemahan Lama)

Seek The Lord

Maranatha.

Posted in Indonesian | Comments Off

Dua Fase Kedatangan?

 

Pengangkatan atau Kedatangan Tuhan Yesus yang Kedua?

Ditenggari bahwasanya banyak jemaat Kristen kurang antusias mengantisipasi ‘the 2nd Coming of Christ’. Mengapa demikian ?
Umumnya karena mereka mereka yang tertarik dengan thema kedatangan Tuhan kedua cenderung kejebak dengan ‘date setting’ dan berpeluang menjadi orang aneh yang mulai meyendiri bersama kelompoknya menunggu kedatanganNya dengan meninggalkan tugas dan kewajiban sehari hari sebagai Kepala Keluarga, Pencari Nafkah ataupun kewajibannya sebagai warga masyarakat. Masih ingat kasus ‘sekte kiamat’ dikota Bandung menjelang akhir tahun 2003 ?

Sebab lain, karena masih memiliki sekian rencana, tuntutan keluarga dan cita cita yang belum terwujudkan. Bayangkan apa tindakan yang akan diambil oleh sang ‘mempelai pria’ kalau gerejaNya sebagai ‘mempelai perempuan’ lalai melakukan persiapan untuk menantikan sang mempelai pria?

Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. 2Co 11:2 

Padahal Tuhan sendiri telah berpesan untuk waspada dan berjaga jaga.

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” Mat 24:42-44

Barangkali alasan utama ialah karena banyak orang percaya tidak menyadari bahwa kedatangan Tuhan Yesus mengandung dua tahap kejadian yang dipisahkan oleh suatu kurun waktu tertentu.

Tahap pertama disebut pengangkatan [Grika>harpazo; Latin>Rapturo] didasarkan:

1 Thessalonians 4:15-17 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Penjelasan proses tehnisnya seperti ini:

1 Corinthians 15:51-55 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Tahap kedua disebut kedatanganNya yang kedua kali dengan menginjakan kakiNya dibumi

2 Thessalonians 2:7-8 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
Jude 1:14-15 Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.”

Kita berada dimana dari segi waktu?

Charts from: http://www.rightlydivided.com/

 

Dimana kita?
Apakah Kedatangan Tuhan kedua kali mengandung Dua Kejadian?  Untuk menelaah lebih lanjut bandingkan ayat ayat dibawah ini.

Pengangkatan

John 14:1-3; 1 Cor 15:1-53; 1 Thess 4:13-18; Rom 8:19; 1 Cor 1:7-8; 1 Cor 16:22; Phil 3:20-21; Col 3:4;
1 Thess 1:10; 1 Thess 2:19; 1 Thess 5:9; 1 Thess 5:23; 2 Thess 2:1; 1 Tim 6:14; 2 Tim 4:1; Titus 2:13; Heb 9:28; James 5:7-9; 1 Peter 1:7,13; 1 John 2:28-3:2; Jude 1:21; Rev 2:25; Rev 3:10

Kedatangan kedua

Daniel 2:44-45; Daniel 7:9-14; Daniel 12:1-3; Zech 14:1-15;
Matt 13:41; Matt 24:15-31; Matt 26:64; Mark 13:14-27; Mark 14:62; Luke 21:25-28; Acts 1:9-11;
Acts 3:19-21; 1 Thess 3:13; 2 Thess 1:6-10; 2 Thess 2:8;
2 Peter 3:1-14; Jude 1:14-15; Rev 1:7; Rev 19:11-20; Rev 22:7, 12, 20

Dua Tahapan?

Pengangkatan

Kedatangan Kedua

  • Umat tebusanNya diubah menjadi tidak mati ragawi
  • Orang orang kudusNya naik keangkasa /sorga
  • Bumi tidak dihakimi
  • Datangnya dadakan (eminensi),  bisa-bisa sewaktu Anda sedang membaca tulisan ini
  • Tidak tertulis di Perjanjian Lama
  • Hanya orang orang yang percaya (Ras Manusia Baru)
  • Sebelum hari murka
  • Tak ada referensi tentang Setan
  • IA datang untuk orang orang kepunyaanNya (Ekklesia = jemaat (orang2 Yahudi dan bangsa2 lain didalam Kristus))
  • IA datang diangkasa menjemput mereka yang sudah mati dan dibangkitkan serta yang hidup dan diangkat
  • Hanya umat kepunyaanNya melihat Dia
  • Masa siksaan dahsyat dimulai

 

  • Tidak ada yang diubahkan
  • Orang orang kudusNya kembali kebumi
  • Bumi dihakimi
  • Mengikuti tanda tanda yang sudah diprediksi
  • Diprediksi di Perjanjian Lama
  • Pada semua manusia dimuka bumi
  • Peng Akhiran hari murka
  • Setan diikat
  • IA datang dengan umat kepunyaanNya menyelamatkan umat pilihanNya – Yahudi
  • IA datang diatas bumi dan menginjakan kakiNya
  • Seluruh dunia akan melihat Dia
  • Kerajaan 1000 tahun dimulai

Umat tebusanNya (Ekklesia) tidak dipredestinasi untuk ditimpa murka, melainkan akan diselamatkan dari murka yang akan datang.
Karena ada tertulis:

1Th 1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
1Th 5:9-10 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

Hal ini tidak berarti orang orang percaya akan luput dari penganiayan. Umat Tuhan banyak yang mati sahid (martyr) karena siksaan dan aniaya dinegara negara Muslim, komunis dan yang berpemerintahan sosialis atheis. Klik sini.
Beda antara ‘Siksaan / Penganiayaan’ dan ‘Ditimpa Murka’ sama seperti bumi dan langit, sampai sampai mau bunuh diri sekalipun tidak kesampaian.

Rev 9:6  Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

Dengan derasnya desas desus berita perang dikawasan Timur Tengah (Middle East), ayat ayat dibawah ini patut diingat kembali bagi umat tebusanNya.

Luk 18:8  . . . Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
Luk 21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.
2 Timothy 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku [Paulus] mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Apa kita disini . . .? Bagaimana pendapat Anda?

Kita disini!

Maranatha.

Posted in Indonesian | 181 Comments

Diangkat Bersama-sama Dengan Mereka Dalam Awan Menyongsong Tuhan Di Angkasa?

 Tradisi Pernikahan Yahudi & Pengangkatan

Di bawah ini adalah tradisi pernikahan Yahudi yang mendukung trilogi [John 14:1-3; 1Thes 4:13-18; 1Cor 15:51-54] kedatangan Tuhan untuk gerejaNya /tubuhNya/ mempelaiNya.

Pengangkatan sang Mempelai Perempuan

Ada beberapa pendapat yang berbeda tentang eskatologi Kitab Suci (peristiwa akhir zaman). Artikel ini berkaitan dengan “pengangkatan”, suatu kejadian supranatural ‘penjemputan’ umat Kristen dimasa depan  untuk dkumpulkan bersamaTuhan sebelum murka-Nya dicurahkan keatas planet bumi.Analogi ini menawarkan beberapa informasi yang mendukung pengangkatan sebelum masa kesusahan besar tiba. Seperti yang kita semua tahu, Allah menggunakan simbolisme sangat sering dalam Kitab Suci untuk menyampaikan arti spiritual. Kita juga tahu bahwa Allah memanggil gereja “The Bride” atau “Pengantin Kristus” (Eph 5:22-33; 2Cor 11:2-3). Dalam konteks inilah kita akan melihat kebiasaan pernikahan Yahudi pada zamannya Yesus itu dan menganalisa persamaan dengan pengantin gereja.

… Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal, jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Aku pergi untuk menyiapkan tempat bagi Anda. Dan jika aku pergi dan menyiapkan tempat bagimu, Aku akan datang kembali, dan menerima Anda kepada diri-Ku sendiri, bahwa di mana Aku berada, kamu juga ada. (Joh 14:1-3)

ANALOGI DARI  KEBIASAAN PERNIKAHAN  YAHUDI

  • Pengantin laki-laki Yahudi mengambil inisiatif dalam perkawinan dengan meninggalkan rumah ayahnya dan bepergian ke rumah calon pengantin.
Demikian juga Yesus meninggalkan rumah Bapa-Nya di surga dan melakukan perjalanan ke bumi; rumah calon Gereja-Nya (mempelai wanita) [Joh 6:32-33; 6:51]. Yesus datang ke bumi untuk mendapatkan gereja (pengantin wanita) melalui pembentukan perjanjian.
Pada malam yang sama Yesus membuat janji-Nya dalam Yohanes 14, Dia melembagakan komuni. Dalam persekutuan ini, ia melewatkan cangkir anggur kepada murid-murid mengatakan: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku.” (1Corinthian 11:25)
  • Di rumah calon pengantin, pengantin laki-laki Yahudi akan bernegosiasi dengan ayahnya untuk menentukan harga (mohar) ia harus membayar untuk membeli istrinya.
Yesus membayar harga untuk membeli gereja (mempelai wanita). Harga yang dibayarkan adalah darah Dia, hidup-Nya. (Acts 20:28; 1Cor 6:19-20)
  • Setelah mempelai laki-laki membayar harga pembelian, perjanjian pernikahan didirikan. Sang pria muda dan gadis itu dianggap sebagai suami dan istri. Sejak saat itu, pengantin wanita dinyatakan kudus atau dikuduskan; terpisah khusus untuk mempelai pria.
Jadi gereja dikatakan dikuduskan dan ditetapkan /disendirikan secara eksklusif bagi Kristus.
(Eph 5:25-27; 1Cor 1: 2; 6:11, Heb 10:10; 13:12)
  • Sebagai simbol dari hubungan perjanjian, pengantin pria dan pengantin wanita akan minum dari cangkir anggur di mana berkat pertunangan telah diucapkan.
Cangkir persekutuan berfungsi sebagai lambang perjanjian melalui mana Kristus telah memperoleh gereja (mempelai wanita). (1 Cor 11: 25)
  • Jadi langkah besar pertama dalam pernikahan Yahudi adalah hari pertunangannya. Ini mendirikan perjanjian pernikahan.
Yesus membentuk sebuah perjanjian yang kekal melalui darah-Nya. Roh Kudus-Nya seolah olah simbul “cincin kawin” pada zaman modern - yaitu ‘penyegelan’ atau pematereian pengantin wanita dengan jaminan bahwa Dia akan kembali untuknya. (Heb 13:20, Luk 22:20, Eph 1:13)
  • Setelah perjanjian pernikahan didirikan, pengantin pria akan meninggalkan rumah pengantin perempuan dan kembali ke rumah ayahnya. Di sana ia akan tetap terpisah dari istrinya untuk jangka waktu sekitar 12 bulan.
Sama seperti pengantin pria Yahudi meninggalkan rumah istrinya dan kembali ke rumah ayahnya, demikian juga Yesus meninggalkan bumi, rumah dari gereja (mempelai wanita) dan kembali ke rumah Bapa-Nya di surga setelah Dia mendirikan perjanjian baru dan bangkit dari kematian.
Gereja saat ini tinggal di periode ‘pemisahan’ menunggu kedatangan Kristus. (2 Cor 11:2)
  • Selama periode pemisahan pengantin wanita Yahudi menggunakan waktu ini untuk mengumpulkan baju pengantinnya dan mempersiapkan diri untuk kehidupan pernikahannya.(Col 3:1-3)
  • Pengantin pria juga menyibukkan diri dengan persiapan akomodasi tinggal di rumah ayahnya di mana ia akan membawa istrinya.

Sejalan dengan kebiasaan pengantin pria Yahudi mempersiapkan akomodasi hidup bagi istrinya di rumah ayahnya, demikian juga Kristus mempersiapkan akomodasi hidup bagi gereja di dalam rumah Bapa-Nya di surga. (John 14:2)

  • Pada akhir periode pemisahan, pengantin pria akan datang mengambil mempelai wanita untuk tinggal bersamanya. Pengambilan pengantin wanita biasanya berlangsung pada malam hari.
Jadi Kristus akan datang kembali mengambil gereja (pengantin wanita) untuk hidup bersama-Nya di akhir periode pemisahan. (John 14:3)
  • Mempelai pria, pria terbaik (best man) dan pendamping laki-laki lain akan meninggalkan rumah ayah pengantin laki-laki Yahudi dan melakukan prosesi cahaya obor ke rumah pengantin wanita.
Sama seperti mengambil pengantin wanita Yahudi dicapai dengan prosesi pengantin pria dan pendamping pria dari rumah ayah ke rumah pengantin wanita, demikian pula proses pengambilan gereja (pengantin) akan dilakukan dengan prosesi Kristus dengan pengawalan malaikat dari surga. (1 Thes 4:16)
  • Meskipun pengantin wanita Yahudi mengharapkan pengantin pria datang untuknya, dia tidak tahu waktu yang tepat dari kedatangan-Nya.

Jadi gereja (pengantin wanita) tidak mengetahui waktu yang tepat kedatangan Kristus untuknya. (Matt 25:1-13, Rev 3:2-3;3:11)
Kedatangan mempelai pria akan didahului dengan teriakan. Teriakan ini akan memperingatkan pengantin harus siap untuk kedatangan pengantin pria dengan memasang cadarnya.

Demikian juga kedatangan Kristus akan didahului oleh teriakan. (1 Thes 4:16)

  • Setelah pengantin pria Yahudi menerima pengantin wanita bersama-sama dengan pembantu perempuannya, rombongan pesta menjadi makin besar dan berangkat bersama-sama kembali dari rumah pengantin wanita ke rumah ayah pengantin pria itu.
Demikian pula, gereja (mempelai wanita) akan kembali dengan Kristus ke rumah Bapa-Nya di surga setelah ia diambil dari bumi untuk bertemu dengan-Nya. (1 Thes 4:17, Joh 14:2-3)
  • Setibanya di sana, rombongan pengantin menemukan bahwa para tamu telah berkumpul untuk pesta pernikahan.
Demikian juga, Kristus dan gereja (mempelai wanita) akan menemukan jiwa orang-orang kudus di Perjanjian Lama yang sudah berkumpul di surga ketika mereka tiba. Jiwa-jiwa ini berfungsi sebagai tamu pernikahan.
  • Tak lama setelah kedatangan, pengantin wanita (masih bercadar) dan pengantin pria akan dikawal oleh anggota panitia dari pesta pernikahan ke kamar pengantin (huppah)
Sementara pengiring pria dan pengiring wanita menunggu di luar, pasangan pengantin  memasuki kamar pengantin berdua saja. Didalam kamar pengantin mereka akan masuk ke dalam kesatuan fisik untuk pertama kalinya menuntaskan perjanjian pernikahan (pertunangan) yang dijanjikan sebelumnya.
Demikian juga Kristus dan gereja (mempelai wanita) akan mengalami kesatuan spiritual setelah kedatangan mereka di surga.
  • Setelah pernikahan dilaksanakan, pengantin pria akan mengumumkan penuntasan kawin kepada anggota panitia dari pesta pernikahan yang sedang menunggu di luar kamar. Pada gilirannya mereka menyampaikan berita ini kepada para tamu pernikahan. Setelah mendengar kabar baik ini, para tamu mulai pesta dan berpesta selama 7 hari berikutnya.
Selama 7 hari dari perayaan pernikahan (disebut “7 hari huppah”), mempelai wanita tetap tersembunyi di kamar pengantin. Paralel dengan tradisi pengantin wanita Yahudi yang tersembunyi  di kamar pengantin selama 7 hari setelah tiba di rumah ayah mempelai pria, demikian juga gereja (pengantin) akan tetap tersembunyi selama 7 tahun setelah tiba di surga.
Sementara itu masa kesusahan besar 7 tahun berlangsung di bumi, gereja akan disembunyikan dari pandangan mereka yang hidup di bumi. [Dan 9:25-27]
  • Pada akhir dari 7 hari, pengantin pria akan membawa mempelainya keluar dari kamar pengantin, dan sekarang dengan kerudungnya dilepas, sehingga semua bisa melihat siapa istrinya itu.
Jadi Kristus akan membawa Gereja (Bride) dari surga dalam kedatanganNya yang kedua kali pada akhir masa kesusahan 7-tahun, di tampilkan penuh kepada semua yang hidup, sehingga semua bisa melihat siapa Gereja yang sebenarnya (Bride). (Col 3:4, Jud 1:14; Mat 24:30)

Maranatha.

SUMBER:

http://www.biblestudymanuals.net/jewish_marriage_customs.htm

http://www.his-forever.com/jewish_weddings_rapture.htm

 

Posted in Indonesian | 1 Comment

Kematian Bagi Orang Kristen

 

 

 Ditempat Aku Ini Ada, Disitu Juga Kamu Ada

Apakah setiap orang Kristen yang telah mati tidak tahu apa apa?
Bagaimanakah dengan janji Yesus kepada penjahat yang bertobat disampingnya pada waktu di salib?
 
Dan ia berkata kepada Yesus,
Tuhan ingatlah akan
aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.  Kata Yesus kepadanya: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Hari ini engkau bersama Aku di dalam Firdaus. (
Lu 23:42-43)

 

Makna literal atau janji keselamatan yang akan diterima nanti pada waktu kebangkitan dari antara orang mati? Untuk memahami perkataan janji Yesus kepada penjahat yang tobat, kita perlu memiliki pandangan Alkitab tentang ‘dunia dibawah tanah’ (the underworld) terlebih dahulu;

Dunia dibawah bumi.

Sheol-bahasa Ibrani nya, Hades- bahasa Grika nya seperti terjemahan pada kata-kata ayat ayat:

  • Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah. (Psa 63:9)
  • Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. (Mat 12:40)
  • Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.(Mat 10:28)
  • Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. (Act 2:31)
  • supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (Phi 2:10)

Skema gambar dibawah ini barangkali bisa membantu mengerti lebih jelas, yang dibuat oleh Rev. Clarence Larkin (retired architect & mechanical engineer yang kemudian menjadi guru Injil dan pendeta) sekitar tahun 1920-an . . .

Jenazah orang mati masuk liang kubur (geber – Ibrani nya, mnemeion -bahasa Grika nya) dan mengalami pmbusukan (corruption) sampai berakhir sebagai tulang dan tengkorak.

Sheol dan Hades tidak mengambarkan tempat penghukuman terakhir-lautan api (G) bagi orang jahat yang disebut ‘tophet’ dalam PL dan ‘gehenna’ dalam PB.

Juga bukan ‘jurang maut’ (Rev 20.3) (A) yang bahasa Grika nya ‘abussos’ dan juga bukan ‘gua-gua yang gelap’ 2Pet 2.4, ‘dunia kekelaman’ Jud 1.6 – (T)  yang bahasa Grika nya ‘tartarus’.

Mari kita menelitinya dari firman yang keluar dari mulut Yesus;

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh
malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham ( P) [identik dengan Firdaus] Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut (H) ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk dipangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi (K), supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka
mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Luk 16:19-31)

 

Perikop ini bukanlah perumpamaan, melainkan pengungkapan tentang dunia orang mati. Kalau Yesus memberikan perumpamaan, maka penulis Lukas melaporkannya seperti dipasal 15 dan 18. Perumpamaan tidak menyebutkan nama orang. Yesus membeberkan informasi bahwa setelah kematian, jiwa orang masih memiliki ingatan (lima saudaranya), penglihatan (Abraham dari
kejauhan), dan perasaan (kesakitan dan rasa haus).

Kematian adalah terpisahnya jiwa/roh/personalitas (bagian non-materi) dengan fisik jasmani bagian materi). Kata ‘mati’ mengasosiasikan keberadaan lokasi jasmani/tubuh, sedang Hades lokasi dari bagian non-materi orang — jiwa nya.
Dengan kata lain ‘mati’ melukiskan keadaan mayat (jenazah) sedang Hades mengambarkan tempat dari keberadaan ‘yang‘ mati.

Dikitab Wahyu pasal 6 dicatat bahwa orang yang telah mati, jiwanya memiliki kesadaran dan dan mampu mengungkapkan ‘isi’ jiwa nya;

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.(Rev 6:9-11)

 

Pengetahuan orang Kristen akan ‘setelah kematian’ pada umumnya seperti berikut;

  • masuk di Purgatory (api pencucian) untuk dimurnikan sebelum bisa masuk surga ; yang tidak ada tertulis di Alkitab
  • tidur atau tidak tahu apa-apa sampai dibangunkan lagi pada waktu kebangkitan orang mati berdasarkan ayat ayat ……
Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. (Ecc 9:5)
Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.” (Dan 12:13)

 

Para penulis kitab kitab PL memang tidak menerima wahyu secara lengkap. Karena proses pewahyuan Firman Tuhan berjalan secara progresif melalui kurun waktu ribuan tahun sampai selesainya Alkitab dengan 66 kitabnya. Sehingga dari kitab kitab di Perjanjian Baru lah pengetahuan tentang dunia orang mati menjadi jelas.

Pada waktu Yesus menyerahkan Roh Nya ke Allah Bapa, Djiwa Nya meluncur turun ke Firdaus untuk membebaskan para tawanan didunia orang mati kompartemen Firdaus (P) bagian penggenapan nubuatan Yesus

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Luk 4:18-19)

 

Beberapa saat kemudian jiwa penjahat yang tobat menyusul, sehingga perkataan Yesus  “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”benar benar digenapi. Karena Yesus mati duluan dari penjahat yang tobat itu.

Namun ada tertulis tentang Yesus bahwa Djiwa Nya tidak tinggal di Hades kompartemen
Firdaus (P) (walaupun tubuhNya diliang kubur diatas permukaan bumi) . . .

  • sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. (Maz 16:10) , Kis 2:27
  • For thou wilt not leave my soul in hell; neither wilt thou suffer thine Holy One to see corruption. (Psa 16:10), Acts 2:27

maka sebelum tubuhNya sempat ‘melihat/ mengalami’ pembusukan Yesus keluar dari Hades
bersama para tawanan yang dibebaskan dan diangkut kesurga tingkat ketiga.

Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. (Eph 4:8-10)

 

Firdaus yang sebelumnya di Hades sekarang kosong dan sudah beralih disurga tingkat ketiga. Rasul Paulus memberi kesaksian sebagai berikut;

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–orang
itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu tentang orang itu, –entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya– ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. (2Co 12:2-4 )

 

Hal diatas mengenapi permintan Yesus sebelum penderitaanNya disalib dalam bentuk doa syafaat kepada Bapa Nya;

Ya Bapa, Aku mau supaya, dimanapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah
mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. (Joh 17:24)

 

Kesimpulan

Kasus Stefanus sebagai martir pertama yang ditimpuki batu memberikan info tambahan bahwasanya bagi orang percaya yang telah ditebus roh/jiwanya bersama Yesus.

Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu
melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus  berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia. (Act 7:55-60)

 

Kebangkitan Yesus Kristus dari kematianNya bagi dosa ras umat manusia merupakan peristiwa supra natural yang menggoncangkan alam maut dan kehidupan sejarah manusia past-present-future. Merupakan kunci utama, pokok alas dan platform untuk memahami -God’s Plan of Redemption- secara makro. Amat pantas dan logis sekali kalau Ia mengklaim:

  • Jawab Yesus: “Akulah  kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan halini?”(Joh 11:25-26)
  • Jesus said unto her, I am the resurrection, and the life: he that believeth in me, though he were dead, yet shall he live: Andwhosoever liveth [pada waktu Yesus datang kembali dan kita masih bernafas] and believeth in me shall never die.Believest thou this?(Joh 11:25-26)

Yohannes murid yang dikasihi Nya ketakutan sepenuh mati tatkala jumpa dengan Kristus Yesus  dalam kemulian Nya dipulau Patmos;

Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati;
tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. (Rev 1:17-18)

 

Sejak kedatangan Anak Allah menjelma menjadi manusia Yesus, kematian dan kebangkitanNya rasul Paulus mendambakan sebagai berikut;

  • Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, –sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat– tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih daritubuh ini untuk menetap pada Tuhan. Sebab itu juga kami berusaha,baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. (2Co 5:6-9)
  • Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus–itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu  untuk tinggal di dunia ini karena kamu. (Phi 1:21-24)

Mengapa demikian ?

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. [identifikasi dengan Kristus] Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. (2Co 5:14-15)

Masih Ada lagi . . .

Berharga di mata TUHAN adalah kematian orang-orang kudus-Nya. (Psa 116:15)

Para pembaca yang budiman : . . . tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.  (2Pe 3:18)

Maranatha.

Posted in Indonesian | 9 Comments

Genderang Peperangan Sedang Ditabu?

Skenario Perang Di Timur Tengah?
Satu Probabilitas
Feb 2012

Prakata

Sejak Twin Tower- New York (9-11- 2001),  rontok oleh dua ‘pesawat bunuh-diri’, kabar-kabar peperangan mulai bersusulan dengan Perang di Irak, Afganistan dan keliatannya akan menerpa ke Israel.

Tulisan ini dibuat dalam rangka mencermati perkembangan situasi  dikawasan Timur Tengah dengan protes protes berkesinambungan dinegara negara Arab yang dimulai dari negara Tunisia
http://www.guardian.co.uk/world/interactive/2011/mar/22/middle-east-protest-interactive-timeline ;
dan khususnya negara Israel sebagai Episenter Pergolakan geo-politik dunia serta imbasnya kepada sistem peradaban manusia. Pendekatan penulisan dengan memakai ‘kacamata’ Alkitab sebab yang akan terjadi sudah dinyatakan dahulu kala (history written in advance).

Matthew 24:6-8 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru [Millennium].

 

Pengantar

Untuk mengenali urutan kejadian yang akan datang, pendekatan ‘mengurut kebelakang’ akan diterapkan. Titik Pasak Putar (Turning Point) / Saat Penentu adalah bila Pembinasa keji berdiri di tempat kudus. Tempat kudus adalah bagian paling dalam dari Bait Allah.
Matthew 24:15-22 Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel [Dan 9:27]–para pembaca hendaklah memperhatikannya– maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan [umat Yahudi] waktu itu akan dipersingkat.

Sejarah Singkat Negara Israel dan Peperangannya

Israel sebagai negara independent tidak pernah ada sejak punah pada tahun 586 S.M. Pada waktu Yesus dan para muridNya hidup di Palestina, Israel berada dibawah jajahan kerajaan Romawi. Bangsa Yahudi [Israel] diberikan kebebasan untuk memiliki pemerintahan, menjalankan budaya dan ritual keagamaan sampai Bait Allahnya (tempat ibadah) mereka dihancurkan total tahun 70 A.D. Sejak saat itu orang-orang Yahudi tersebar keseluruh dunia (Diaspora). Baru menjelang abad 20, dikalangan umum kaum diaspora muncul aspirasi keinginan kembali ke Tanah Perjanjian (Zionism). Perang Dunia I (1914-1918), melalui Balfour Declaration (1917) pemerintahan Inggris menyiapkan lokasinya (Palestina) sampai perang selesai. Namun kawasan wilayahnya berada dibawah pengaturan British Mandate of Palestine karena banyak orang-orang Arab dilingkungan sekitarnya memprotes keras. Sejak waktu itu orang-orang Yahudi berbondong bondong hijrah ke Palestina. Perang Dunia II (1939-1945) makin menderaskan migrasi bangsa Yahudi ke Palestina karena penganiayaan dan meningkatnya arus politik anti-Semitism dinegara dimana mereka bermukim. Puncaknya terjadi dengan program pemusnaan bangsa Yahudi di Rusia (Pogrom) dan di Jerman / Polandia pada zamannya Hitler.  Sekitar enam juta jiwa orang-orang Yahudi terbantai (Holocoust).

Tanggal 14 Mai 1948, sehari sebelum British Mandate berakhir Israel memprolakmasi kemerdekaannya dan keesokannya lima angkatan perang dari Mesir, Libanon, Syria. Iraq dan Jordan meyerbu Israel dengan menduduki kawasan partisi orang-orang Arab. Sejak berdirinya sampai tulisan ini dibuat, negara Israel telah mengalami delapan kali perang. Perang kemerdekaan sampai 1949, perang Sinai 1956, perang Six Day (June 1967), perang erosi sepanjang Terusan Suez (1968-70), perang Yom Kippur (Oktober 1973), perang Libanon I (1982), perang Teluk (1991), perang Libanon II (12 Juli 2006 – 14 Agustus 2006).
Amat mengelitik untuk disimak bahwasanya berdirinya negara Israel ini telah dinubuatkan dikitab Hezekiel 37.

Ezekiel 37:10-12 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

Boleh percaya atau tidak, Pasal berikutnya 38 dan 39 menubuatkan perang yang akan datang. Tampaknya pelaku-pelakunya sedang ‘disusun’ dan ‘dipersiapkan’ diabad ke-21 ini.

Kutipan-kutipan Mobilisasi Perang

18 Des.2006
(IsraelNN.com) “Suriah lebih siap untuk masuk ke dalam konflik dengan Israel karena kegagalan Negara Yahudi menang mutlak melawan teroris Hizbullah dalam Perang Lebanon kedua musim panas ini”, kata Kepala Mossad Meir Dagan. Ia menambahkan sekarang Suriah akan meresponi lebih cepat terhadap setiap provokasi Israel. http://www.yonitheblogger.com/2006/12/

13 Feb.2010
“Di Lebanon dilaporkan puluhan ribu rudal mampu menjangkau seluruh kota besar di Israel. Suriah Hizbullah baru saja dipersenjatai kembali dengan rudal Fateh-110 dan itu jauh lebih kuat daripada SA-2 dan SA-3. Mudah dibawa, dan didukung oleh bahan bakar padat, memungkinkan untuk dipasang sangat cepat. Untuk menambah ancaman ini kita juga tahu Suriah menaruh diujung rudal dengan hulu ledak kimia. Libanon baru-baru ini mengatakan bahwa mereka akan mendukung serangan Hizbullah terhadap Israel. Hal ini membuka peluang bagi Israel untuk menghancurkan infrastruktur mereka jika dan ketika perang ini dimulai. Hari ini, Suriah membuka pelatihan Hizbullah dan menyerahkan rudal tersebut ke mereka. Presiden Assad secara terbuka berbicara tentang perang dengan Israel. Semuanya didukung dan ditunjang oleh Iran yang baru kemarin menyatakan sendiri untuk menjadi kekuatan “nuklir”. Mereka selalu mengulang bahwa Israel akan segera terhapus dari Peta Dunia.” http://www.thegoldenreport.com/asp/jerrysnewsmanager/anmviewer.asp?a=1337

Sejak Jerusalem kembali dibawah kedaulatan negara Israel (Juni 1967), kota ini telah menjadi ‘batu sandungan’ bagi perdamaian di Timur Tengah menggenapi:

Zechariah 12:3 Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya.

http://www.bbc.co.uk/news/world-middle-east-11103745

Berita berita terkini . . .
http://watch.org/

Mengurut Mundur Skenario Nubuatan Peperangan

Kita diberi tahu dari Perjanjian Lama dan kitab Perjanjian Baru bahwasanya tokoh Antikritus akan muncul dan memerintah . . .

Daniel 9:27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.”
2 Thessalonians 2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

Ayat-ayat diatas memberikan informasi bahwa nantinya akan ada Bait Allah dinegara Israel. Saat ini masih desas-desus dan persiapannya sudah tuntas. Kemungkinan besar bersebelahan dengan Mesjid Al-Aksa yang berkubah kuning (diselaputi lapisan emas).  Silahkan klik . . .
http://www.templemountfaithful.org/

Bagaimana bisa terjadi?

Menjelang akhir nubuatan dari dua bab yang berbicara tentang peperangan besar antara Israel dan tetangga-tetangganya (Yehezkiel 38-39), Yehezkiel mencatat bahwa Tuhan Allah akan intervensi secara nyata untuk menyatakan diriNya kepada Israel dan dunia sekali lagi .Cara Dia melakukanNya akan sedemikian rupa sehingga bangsa Israel nyaris lolos dari kemusnaan total; jikalau TUHAN Allah tidak turun tangan sendiri. Semua penduduk dunia akan terperangah dan mulai menyadari bahwa hanya TUHAN Allah yang bisa melakukannya.  DIA meng-intervensi menolong umat pilihanNya karena terjadinya perang Kuman & Nuklir.

Mentahirkan tanah yang terkontaminasi
Ezekiel 39:12-16 Kaum Israel akan mengubur mereka selama tujuh bulan dengan maksud mentahirkan tanah itu. Dan seluruh penduduk negeri turut menguburnya dan hal itu menjadikan mereka kenamaan pada hari Aku menyatakan kemuliaan-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Beberapa orang dikhususkan untuk terus-menerus menjelajahi seluruh tanah itu untuk mengubur orang-orang yang masih bergelimpangan di atas tanah dengan maksud mentahirkannya. Sesudah lewat yang tujuh bulan itu mereka akan memeriksa tanah itu. Kalau mereka menjelajahinya dan seorang menjumpai sepotong tulang manusia, maka ia harus meletakkan batu di sampingnya sebagai tanda sampai tukang-tukang kubur menguburkannya di Lembah khalayak Ramai Gog. –Dan ada juga nama kota Hamona–.Dengan demikian mereka mentahirkan tanah itu.

Burung burung pemakan bangkai
Ezekiel 39:17-29
Dan engkau, anak manusia, beginilah firman Tuhan ALLAH: Katakanlah kepada segala jenis burung-burung dan segala binatang buas: Berkumpullah kamu dan datanglah, berhimpunlah kamu dari segala penjuru pada perjamuan korban yang Kuadakan bagimu, yaitu suatu perjamuan korban yang besar di atas gunung-gunung Israel; kamu akan makan daging dan minum darah. Daging para pahlawan akan kamu makan dan darah para pemimpin dunia akan kamu minum, mereka semuanya ibarat domba jantan, anak domba, kambing jantan dan lembu jantan, ternak gemukan dari Basan. Kamu akan makan lemak sampai kamu kenyang dan minum darah sampai kamu menjadi mabuk pada perjamuan korban yang Kuadakan bagimu. Kamu akan menjadi kenyang pada perjamuan-Ku dengan makanan: kuda dan penunggangnya, pahlawan dan semua orang perang, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Aku akan membuat kuasa kemuliaan-Ku berlaku atas bangsa-bangsa dan mereka semua melihat hukuman yang akan Kujatuhkan dan melihat tangan-Ku yang akan memukul mereka.Dan kaum Israel akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allah mereka, mulai hari itu dan seterusnya. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa karena kesalahannya kaum Israel harus pergi ke dalam pembuangan, dan sebab mereka berobah setia terhadap Aku, Aku menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka. Dan Aku menyerahkan mereka ke dalam tangan lawan-lawannya dan mereka semuanya mati rebah oleh pedang. Selaras dengan kenajisan dan durhaka mereka Kuperlakukan mereka dan Kusembunyikan wajah-Ku terhadap mereka. Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sekarang, Aku akan memulihkan keadaan Yakub dan akan menyayangi seluruh kaum Israel dan cemburu-Ku timbul untuk mempertahankan nama-Ku yang kudus. Mereka akan melupakan noda mereka dan segala ketidaksetiaan mereka, yang dilakukannya terhadap Aku, kalau mereka sudah diam kembali di tanah mereka dengan aman tenteram dengan tidak dikejutkan oleh apapun, dan kalau Aku sudah membawa mereka kembali dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari tanah musuh-musuh mereka dan pada saat Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepada mereka di hadapan bangsa-bangsa yang banyak. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allah mereka, yang membawa mereka ke dalam pembuangan di tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka kembali di tanahnya dan Aku tidak membiarkan seorangpun dari padanya tinggal di sana. Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Dua Dampak

Dampak pertama setelah peperangan Gog-Magog selesai, akan mengugah bangsa Israel  untuk berdamai kembali dengan TUHAN Allah mereka di tanah Israel. Semua orang Yahudi yang hidup di plosok plosok dunia segera berbondong bondong balik ke tanah Israel karena mendambakan akan adanya Bait Allah (Temple). Umat bangsa Yahudi berhasrat memperbarui hubungan kembali dengan Yang Maha Kuasa berdasarkan kitab Torah mereka (5 buku pertama dari Perjanjian Lama) dan mempraktekan kembali Judaism secara nasional seperti pada zamannya raja Daud & Salomo. Mereka akan kembali kesistem ibadah model Perjanjian Lama. Kaum Yahudi saat ini tidak mengakui adanya Perjanjian Baru. Jika DIA memanggil mereka melalui Mesias (Yesus Kristus), mereka tidak akan membutuhkan Bait Allah.  Mereka baru akan sadar dengan Perjanjian Baru, seperti yang dinubuatkan dalam Jeremia 31:31, setelah masa kesaksian dari 144.000 lelaki perawan dari 12 suku Israel (Rev 7:4-8), Dua Saksi (Rev 11:3), dan mengalami masa ‘sengsara Yakub’. Umat Israel baru sadar dan menanggapinya menjelang akhir Kesengsaraan Besar, menurut Zec 12:10.

Jeremiah 31:31-34 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”

Zechariah 12:10 Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Dampak kedua dari Eze 38-39 (Gog-Magog) akan mempersiapkan seorang calon “Tokoh Dunia” dengan rencana memulihkan perdamaian di Timur Tengah. Dia akan muncul sebagai pembawa damai seperti yang diramalkan dalam Daniel 8:25.

Menjelang akhir kerajaan-kerajaan itu, apabila kejahatan sudah memuncak, maka akan muncul seorang raja yang keras kepala dan pandai menipu. Ia akan menjadi kuat sekali, tetapi tidak karena kekuatannya sendiri. Ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan dan apa saja yang dilakukannya akan berhasil. Ia akan membinasakan orang-orang perkasa dan umat Allah. Karena ia licik, penipuan-penipuannya akan berhasil. Ia akan menyombongkan dirinya, dan tanpa memberi peringatan lebih dahulu ia akan membinasakan banyak orang. Bahkan ia berani melawan Raja Yang Mahabesar. Tetapi ia akan dihancurkan tanpa kekuatan manusia.(Dan 8:23-25)

Revelation 6:1-2 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Tampaknya Ezekiel 38-39 memuluskan jalan menampilkan pencalonan “Tokoh Dunia” dan beliau akan mendukung pendirian BAIT Allah karena bangsa-bangsa Arab dikawasan Timur Tengah tidak lagi merintangi berdirinya tempat ibadah baru umat Yahudi setelah kota besar Damascus di Suria menjadi reruntuhan. Ada kemungkinan beberapa calon-calon “Tokoh Dunia” muncul lebih awal setelah negara negara Arab dikalahkan Israel. Sepanjang sejarah manusia, Damascus (Damsyik) sebagai kota yang tertua didunia belum pernah porak peranda. Namun;

TUHAN berkata, “Damsyik tidak lagi merupakan kota, tetapi hanya tumpukan puing-puing. Kota-kota di Siria akan ditinggalkan untuk selama-lamanya dan menjadi tempat kawanan ternak; tak seorang pun akan menghalaukan mereka.(Isa 17:1-2)

Damascus hancur berbarengan dengan negara negara Arab disekitarnya?

Mari kita kaji tulisan pemazmur dipasal 83:

Konfederasi negara negara Arab
Psalms 83:1-8
Mazmur Asaf: suatu nyanyian. (83-2) Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah! (83-3) Sebab sesungguhnya musuh-musuh-Mu ribut, orang-orang yang membenci Engkau meninggikan kepala. (83-4) Mereka mengadakan permufakatan licik melawan umat-Mu, dan mereka berunding untuk melawan orang-orang yang Kaulindungi. (83-5) Kata mereka: “Marilah kita lenyapkan mereka sebagai bangsa, sehingga nama Israel tidak diingat lagi!” (83-6) Sungguh, mereka telah berunding dengan satu hati, mereka telah mengadakan perjanjian melawan Engkau: (83-7) Penghuni kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar, (83-8) Gebal dan Amon dan Amalek, Filistea beserta penduduk Tirus, (83-9) juga Asyur telah bergabung dengan mereka, menjadi kaki tangan bani Lot. Sela

Buntut melenyapkan negara Israel
Psalms 83:9-18
(83-10) Perlakukanlah mereka seperti Midian, seperti Sisera, seperti Yabin dekat sungai Kison, (83-11) yang sudah dipunahkan di En-Dor, menjadi pupuk bagi tanah. (83-12) Buatlah para pemuka mereka seperti Oreb dan Zeeb, seperti Zebah dan Salmuna semua pemimpin mereka, (83-13) yang berkata: “Marilah kita menduduki tempat-tempat kediaman Allah!” (83-14) Ya Allahku, buatlah mereka seperti dedak yang beterbangan, seperti jerami yang ditiup angin! (83-15) Seperti api yang membakar hutan, dan seperti nyala api yang menghanguskan gunung-gunung, (83-16) kejarlah mereka dengan badai-Mu, dan kejutkanlah mereka dengan puting beliung-Mu; (83-17) penuhilah muka mereka dengan kehinaan, supaya mereka mencari nama-Mu, ya TUHAN! (83-18) Biarlah mereka mendapat malu dan terkejut selama-lamanya; biarlah mereka tersipu-sipu dan binasa, (83-19) supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.

Israel harus dihapus dari Atlas Dunia?

Dibulan Agustus 2005, untuk pertama kalinya dalam sejarah post-modern pemerintahan di seluruh dunia dikejutkan oleh presiden dari negara berdaulat Persia (Iran) yang menyerukan agar Israel “dilenyapkan dari peta dunia”. Sejak presiden Iran ini terpilih kembali, ucapannya berkali kali mengenai Israel menunjukkan tekad yang tak terbantahkan. Amerika Serikat dan Israel dibuatnya kelabakan. Belakangan ini, beberapa penulis,  melihat dua nubuat lain di Perjanjian Lama sebagai ‘pengantar’ ke- Yehezkiel 38-39. Dalam Mazmur 83 tampak bahwa semua negara tetangga  Israel akan bangkit menghancurkan bangsa Yahudi, dan Yesaya 17:1-2 secara khusus menyebutkan nasibnya kota Damaskus.
Siapa siapa yang ‘bergandengan tangan’ untuk memunahkan Israel? Diagram dibawah menunjukkan prospek dari bangsa / negara yang akan terlibat.

 

Prospek kekalahan negara-negara tetangga Israel mengisi dua kekosongan dalam urutan skenario akhir zaman. Pertama, adanya sikon yang mengambarkan bagaimana orang-orang Yahudi sama sekali tidak siap untuk membela diri. Bandingkan dengan situasi dan kondisi negara Israel sekarang.

Ezekiel 38:11 Engkau berkata: Aku akan bangkit bergerak menyerang tanah yang kota-kotanya tanpa tembok dan akan mendatangi orang-orang yang hidup tenang-tenang dan diam dengan aman tenteram; mereka semuanya diam tanpa tembok atau palang atau pintu gerbang.

Kedua, tidak satupun dari para pelaku di Mazmur 83 disebutkan namanya di Yehezkiel 38. Logisnya mereka berpartisipasi di tengah-tengah pergolakan peperangan. Negara Turki walaupun tidak disebutkan di Maz.83, akan tampil diperang Gog-Magog.

Akibat dari peperangan Mazmur 83
Dengan Suriah, Hamas, Hizbullah, Libanon, dan yang lainnya telah dikalahkan, Israel akhirnya akan memiliki kelegaan yang mereka dambahkan. Soalnya Rusia dan Iran secara tradisional memperlengkapi tetangga-tetangga ini  sebagai ‘kaki tangan’ (proxies) mereka ketimbang berkonfrontasi langsung dengan Israel. Diperkirakan pada poin inilah negara Israel akan mengendorkan pertahanan mereka karena tidak ada lagi ancaman dari para tetangganya. Berbarengan dengan itu cepat atau lambat calon “Tokoh Dunia” akan meningkatkan aktifitasnya menyelesaikan kekalutan dunia secara ajaib dan elegan. Seluruh dunia akan menerimanya sebagai sang juruslamat, termasuk bangsa Israel sebagai Mesias mereka karena akhirnya perdamaian di Timut Tengah yang amat didambakan bangsa Yahudi dipenuhi dan dijamin oleh beliau ini. Ia akan menjadi sponsor utama supaya Israel diperkenankan membangun kembali Bait Suci nya.  Nubuatan dari Yesus akan digenapi :

John 5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

 

Ringkasan dan Kesimpulan

Probabilitas skenario urutan kejadian mungkin akan seperti ini. Perang dengan negara negara Arab untuk menghancurkan Israel berdasarkan Mazmur pasal 83 dan kitab Isaiah 17:1. Masa damai palsu dan kemungkinan munculnya “Tokoh Karismatik” disusul dengan Peperangan Ezekiel 38-39 (Gog-Magog). Setelah intervensi supra-natural dari Tuhan Allah nya Israel, sang “Tokoh Karismatik” ini akan menjadi sponsor tunggal perdamaian dengan memperkenankan jemaat Israel membangun Bait Allahnya. Masa minggu ke-70 Daniel dimulai (=masa sengsara Yakub, sedikitnya tujuh tahun) dengan membuat perjanjian dengan Israel dan banyak pihak. (Dan 9:25-27), Pembinasa keji berdiri di tempat kudus (kejijikan di Bait Allah), Masa Siksaan Dahsyat (Mat 24:21-22, Re 6 – Re 19), Kedatangan Kedua Yesus Kristus bersama umat tebusanNya, Pengadilan Bangsa Bangsa yang selamat dari masa sengsara (Mat 25:31-46), Inaugurasi kerajaan 1000 tahun (Re 20:4-7), Pemberontakan terakhir (Re 20:8), Pengadilan Tahta Putih (Re 20:11-15) dan memasuki Kekekalan (Eternity). Bagian penggenapan Mazmur 83  & Yesaya 17 bisa- bisa tahun ini atau tahun depan, siapa tahu. Time will tell. Dengan kata lain sudah diambang pintu. Bagaimana pendapat Anda?

Maranatha.

Referensi

http://gracethrufaith.com/ikvot-hamashiach/the-battle-of-ezekiel-38-39-part-4-conclusion/
http://prophezine.blogspot.com/2009/01/psalm-83-and-islam.html
http://www.raptureready.com/soap/salus2.html
http://www.mfa.gov.il/MFA/History/Modern+History/Israel+wars/
http://www.zionism-israel.com/dic/Second_Lebanon_war.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Arab–Israeli_conflict
http://callofthepatriot.blogspot.com/2010/02/view-from-israel-golden-report.html

Posted in Indonesian | 175 Comments

Menghimpun Pahala Di Surga?

Apakah Ada Cara ?

Feb 2012

Matthew 6:19-20 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Setelah Anda diselamatkan, Anda memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah, atau mahkota, yang akan disajikan kepada Anda oleh Tuhan Yesus sendiri setelah Pengangkatan. (1 Cor. 4:5) Sebuah upacara penghargaan terbesar didalam sejarah kehidupan umat manusia.
Upacara penghargaan ini kadang-kadang disebut pengadilan Tahta Kristus atau ‘penghakiman Kursi Bema’, kata Yunani dalam Olimpiade kuno. Hakim memberikan mahkota (Stephanos) kepada para pemenang dari berbagai perlombaan dari “Kursi Bema”, sama seperti medali penghargaan di zaman sekarang.

1 Corinthians 3:13-15 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Alkitab Perjanjian Baru mencatat lima kategori mahkota yang akan diberikan kepada orang percaya yang hidupnya berkualitas dan tahan uji.
Lima mahkota diidentifikasi dalam gambar terlampir sebagai:

  1. Mahkota Abadi (The Incurruptable Crown) – 1 Cor 9:25,
  2. Mahkota Pemenang Jiwa (The Crown of Rejoicing) – Phil 4:1 dan 1Thes 2:19,
  3. Mahkota Kebenaran (The Crown of Righteousness) – 2 Tim 4:8
  4. Mahkota KeHidupan (The Crown of Life) – Jam 1:12 dan Rev 2:10,
  5. dan Mahkota Kemuliaan (The Crown of Glory) – 1Pet 5:4.

Mahkota Abadi

Apakah Anda tidak tahu bahwa dalam perlombaan semua pelari berlari, tetapi hanya satu mendapat hadiah? Setiap orang yang bersaing dalam olah raga masuk ke pelatihan yang ketat untuk mendapatkan hadiah. Mereka melakukannya untuk mendapatkan mahkota fana, tetapi kita melakukannya untuk mendapatkan mahkota yang tidak pupus selamanya.

1 Corinthians 9:24-27 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! 25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. 26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak [didiskalifikasi untuk hadiah].

Bagian ini paling jelas mendefinisikan konteks di mana mahkota diberikan. Paulus menggunakan analogi olahraga untuk membantu kita memahami aturan untuk menang sehingga kita tidak bingung tentang bagaimana caranya.
Seperti dalam acara Olimpiade, memenangkan mahkota mensyaratkan bahwa pesaing memenuhi syarat dan kemudian bersaing. Bagi kita, kualifikasinya ‘selamat’ atau percaya saja (1 Joh 5:11-13). Kemudian kita melakukan “pelatihan ketat” dalam rangka meningkatkan kesempatan untuk menang. Memperoleh hidup kekal  hanya start awal hidup baru dalam Kristus. Kita semua dipacu untuk memenangkan mahkota dan mendapatkan imbalan/upah. Untuk itu kita tidak bersaing terhadap satu sama lain, tetapi terhadap diri kita yang lama yang juga disebut “manusia lama”.
Mencapai kemenangan berarti mematikan ‘daging’ ; menyingkirkan keinginan egois kita, kebiasaan buruk kita dan sikap & perilaku yang mempermalukan Tuhan. Salah satu perikop di Alkitab untuk memenangi mahkota ini adalah Eph 4:1Eph 6:24. Surat Paulus mendesak kita untuk bersaing mendapatkan mahkota ini, berdasarkan rasa syukur akan keselamatan yang telah diberikan. Mendapatkan kemenangan atas daging adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan betapa bersyukurnya kita kepada Tuhan bahwa Dia telah menyelamatkan kita.
Seperti dalam semua kegiatan kompetitif tidak ada hukuman akan kehilangan keselamatan, hanya untuk memenangkan hadiah. Itu saja. Tapi kita harus menang jujur ​​dan adil (2 Tim. 2:5), sikap kita harus tepat. Setiap pikiran akan pengakuan diri atau keuntungan pribadi akan mendiskualifikasi kita. Motif yang diterima ialah motif yang membawa kemuliaan bagi Tuhan Allah saja. (1 Cor. 3:12-15; 4:1-5)

Mahkota Pemenang Jiwa

Philippians 4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!  1Thes 2:19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

Paulus bahagia ketika ia merenungkan semua orang yang datang kepada Tuhan melalui surat surat pengajaran-Nya. Dan hasil panen kerjanya terus berlanjut sepanjang Zaman Anugraha (Gereja). Kita hanya perlu memanfaatkan setiap kesempatan yang Tuhan pertemukan di sepanjang jalan kehidupan. Dan ingat, kita dinilai di sini akan usaha kita, bukan hasil. Setiap orang memikul tanggung jawab untuk mengerjakan keselamatannya agar memberikan hasil. Jadi kita tidak perlu menjadi argumentatif atau memaksa orang berdosa supaya percaya, kita hanya memberikan presentasi yang jelas dan ringkas dari Injil Kasih Karunia dan kemudian berdoa agar diterima olehnya.

Mahkota Kebenaran

2 Timothy 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Karena kebenaran kita berasal dari iman, mahkota ini bukan untuk mereka yang hidupnya yang paling murni atau suci. Melainkan bagi orang orang percaya yang merindukan kedatangan Tuhan. Kita menunjukkan keyakinan ini melalui pola hidup yang merindukan kedatangan Nya setiap hari.

Seseorang yang bergantung pada kebenaran karya diri sendiri akan terperosok berbangga diri (congkak) atau rasa takut dan bukan kerinduan. Mungkin beberapa cukup arogan untuk percaya bahwa mereka pantas masuk ke Surga karena teladan hidup mereka yang baik. Kebanggaan mereka membuat mereka tidak merindukan Tuhan karena mereka mendapatkan begitu banyak kepuasan dari perasaan superior. Mirip dengan orang Farisi yang berani menatap Tuhan di mata-Nya dan memilih mengandalkan karya-karya pembenaran diri melalui Hukum Taurat Musa daripada Kasih Karunia-Nya.
Yang lain hidup dalam ketakutan bahwa mereka jangan jangan akan ditolak pada menit menit terakhir karena beberapa kegagalan yang terlupakan untuk minta pengampunan. Mereka tidak rindu untuk Tuhan karena mereka sangat takut ditolak. Hanya orang yang bergantung secara eksklusif akan kasih karuniaNya rindu untuk kedatangan Tuhan. Mereka tahu bahwa dengan datangnya Tuhan, mereka tidak akan gagal lagi.

Mahkota Kehidupan  

James 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! . . . Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. (Revelation 2:10)

Mahkota ini adalah untuk orang-orang percaya yang pernah menghadapi penganiayaan dan penderitaan bagi Tuhan, bahkan sampai kematian. Kita memaklumi dari sejarah gereja tentang cobaan dan penderitaan orang-orang beriman di-Abad Pertama dan Kedua. Namun, apakah Anda tahu bahwa bahkan di zaman kita masa kini, beberapa ribu orang percaya mati bagi iman mereka setiap hari, dan ribuan lainnya banyak yang diusir dari rumah mereka, dipenjara, atau dipaksa untuk hidup dalam ketakutan dikejar musuh-musuh iman Kristiani. Mereka akan memenangkan Mahkota Kehidupan. Berita terkini www.persecution.com

Mahkota Kemuliaan

1 Peter 5:1-4 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. 2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. 4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Hanya mereka yang dipanggil ke dalam pelayanan ini memenuhi syarat untuk mahkota kemulian. Persyaratan yang jelas, gembala sidang dan penatua yang setia memberikan makanan Firman bagi domba-domba Tuhan akan mendapatkan pengakuan selayaknya. Sebaliknya, gembala dan penatua yang memerintah atas mereka yang dipercayakan atau meletakan kuk legalisme ke leher mereka akan dipaksa berdiri ke samping dan menonton Tuhan memberi upah kepada orang yang selalu tinggal dan berdiri diatas kebenaran firman-Nya.

Kesimpulan

Itulah lima mahkota yang tercantum dalam Alkitab Perjanjian Baru. Beberapa orang orang kudus sepanjang masa mungkin memenangkan semua lima mahkota ini, namun setiap orang percaya memenuhi syarat untuk menerima setidaknya satu mahkota.

Pengadilan Tahta Kristus tidak mempersoalkan lagi masalah keselamatan (selamat dari penghukuman kekal), karena keselamatan adalah anugrah TUHAN Allah secara gratis (Rome 6:23). Yang dipermasalahkan yaitu kesetiaan pelayanan kepada Tuhan Yesus setelah menerima keselamatan cuma cuma.

Philippians 3:13-14 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Maranatha.

Referensi:

2.09 Rewards or the Place of Chirstian Works
Essential Works of Lewis Sperry Chafer (1871-1952), president of Dallas Theological Seminary. www.swordsearcher.com

Clarence Larkin, Dispensational Truth or God’s Plan and Purpose in the Ages (Pennsylvania Glenside: Rev Clarence Larkin Estate, 1929) p.108-110

www.gracethrufaith.com/selah/spiritual-life/how-to-win-your-crowns/

 

 

Posted in Indonesian | 194 Comments

The Intermidiate State

 

The state of the dead in the “Intermediate State” between the death and the resurrection of the body.

from

The Spirit World
By
Clarence Larkin

1. It is a State of “CONSCIOUSNESS.”
FIRST EXPERIENCES AFTER DEATH
2. It is a State of “REST.”
3. It is a State of “BLISS.”
4. It is a State of “INCOMPLETENESS.”
5. It is a State of HOPE.

 

1. It is a State of “CONSCIOUSNESS.”

In the account of the “Rich Man and Lazarus” (Luke 16:19-31) we have a description of their experience in the “Intermediate State.” Both had died and their bodies had been buried on the surface of the earth, what happened to them then happened to them in their “disembodied state.” While nothing is said of Lazarus but that he was “comforted,” we know that the “Rich Man” could see, for he recognized Abraham and Lazarus, and that he could feel, and thirst, and talk, and remember, proving that he had not lost his personality or consciousness. And the same can be said of both Abraham and Lazarus.

The promise of Jesus to the dying thief that he should be with Him that day in Paradise, implied that the thief should not only be in Paradise, but know that he was there, and be conscious of Christ’s presence with him, otherwise there would have been no comfort in the promise. Take the words of Paul in 2Cor 5:6-9, “Whilst we are at home in the BODY, we are absent from the Lord.” And he adds—”We are willing to be ABSENT from the body, and to be PRESENT with the Lord, wherefore we labor, that, whether PRESENT or ABSENT, we may be accepted of him.” The words “Present” and “Absent” as relating to the body are full of significance. The Apostle would not have been willing to be “absent from the body,” and “present with the Lord,” if he did not believe that in the presence of the Lord he would be conscious, for what possible satisfaction could there be in being unconsciously present with the Lord.
The Apostle expresses the same truth in Phil. 1:21-24, where he says—”For to me to live is CHRIST, and to die is GAIN. . . . For I am in a strait betwixt two, having a desire to depart (die), and to be WITH CHRIST; which is FAR BETTER: nevertheless to abide IN THE FLESH is more needful for you.” What did Paul mean when he said it would be “gain,” and “far better,” to be out of the flesh and WITH CHRIST, if he did not believe that he would be conscious when he got into Christ’s presence? Note that the “strait” Paul was in was “betwixt” LIFE and DEATH, and the cause was the desire of Paul to be WITH CHRIST. Why should Paul want to be “with Christ” in the “Intermediate State” if it was not a conscious state?

Death is not a cessation of being. It is simply a cessation of bodily functions that cut off the soul from contact with this present earth. It brings to an end the first “stage” of our existence that we may enter on the second. The cessation of the bodily functions of a man does not include the cessation of his “Soul” functions. The “Soul” does not sleep when the body does, otherwise we would never dream or see visions, or talk in our sleep. It was by dreams and visions of the night that God made known His will to men while they slept. The “Soul,” then unfettered, is clearer of vision. Matt. 1:20-25; 2:11-13, 19-23. Acts 27:23-24. The use of the word “sleep,” as applied to death, shows that death is not a cessation of existence, for sleep implies an awakening.

FIRST EXPERIENCES AFTER DEATH

Did you ever stop to think of what happens to the Righteous Soul during the first five minutes after death? Before the funeral has been held, and the body laid away in the cemetery, nay, before the undertaker has been sent for, or the neighbors and relatives notified, or the shades drawn, or the silent watchers at the bedside have realized that you are dead you have been FIVE MINUTES out of the body and reached Paradise and know where you are to spend eternity. Now what will be our experiences in those first five minutes? (1). Our first experience will be that death was so easy. That it was like falling asleep and awaking in a beautiful world. That there was no “Valley of Death,” with its hobgoblins, satyrs, and demons to traverse, no “dark river” to cross, but that “Ministering Angels” were waiting to convoy us to Paradise as they carried Lazarus. Luke 16:22. Heb. 1:13-14. What a delight it will be to meet our “Guardian Angel,” who has watched over us in our “earth life,” and who will not desert us in that supreme moment when we shall need a guide to conduct us to our Heavenly Home. (2). Our second experience will be the consciousness that we have left behind our earthly body with all its weaknesses, sufferings, and limitations, and have a body that is absolutely well and fitted in every way for the spiritual realm in which it is to dwell. (3). Our third experience will be that we are being transported swiftly upward through the ethereal space toward a beautiful country whose radiance is brighter than the sun, and as we approach it see coming out to meet us and escort us home, groups of angels who sing—”Blessed are they that do His Commandments, that they may have right to the Tree of Life, and may enter in through the gates of the city.” Rev. 22:14. (4). Our fourth experience will be that we are in a new environment whose atmosphere is LOVE. That there is no discord, or lack of harmony in our new home, and that its chief characteristic is HOLINESS. (5). Our fifth experience will be the feeling that we are near Jesus. If we do not actually see Him, we shall have the consciousness of His nearness. (6). Our sixth experience will be that of meeting our loved ones. While the writer does not believe that our loved ones have any direct knowledge of what is going on on this earth, yet he believes that our “Guardian Angel” may communicate with our loved ones and inform them of our coming, and that they will be waiting to receive us. (7). Our seventh experience will be the meeting with the saints who have preceded us to glory, such as the patriarchs, prophets, apostles and Christian leaders of our own day. The experiences named may not all happen in the first five, minutes after death, but they doubtless will happen before our funeral service is over and our body laid to rest in the tomb.

 

2. It is a State of “REST.”
“There the wicked cease from troubling, and there the weary be at rest.” Job 3:17. In the Book of Revelation, at the breaking of the “Fifth Seal” (Rev. 6:9-11), we have a vision of the “SOULS” of the martyred dead of the “Tribulation Period,” and we read that they cried with a loud voice (they were conscious), saying—”How long, O Lord, Holy and True, dost Thou not judge and avenge our blood on them that dwell on the earth ?” And white robes were given unto every one of them (showing that the “Spirits” of the dead have “Soulish BODIES”), and it was said unto them, that they should REST FOR A SEASON, until their fellow servants also and their brethren, that should be killed as they were, should be fulfilled. While these martyred dead are not the Martyrs of the Christian Church, but mainly Jews of the “Tribulation Period,” the Church having been caught out before this, nevertheless the state of their existence in that “disembodied state,” will be the same as that of the Souls of the Righteous dead today. Therefore we see that the state of the Righteous dead in the “Intermediate State” is that of consciousness, and that their “Soulish Body” is clothed, and that they are resting.

In Rev. 14:13, John says—”I heard a voice from Heaven saying unto me, Write, Blessed are the dead which die in the Lord FROM HENCEFORTH: Yea, saith the Spirit, that they may REST from their labors: and their WORKS do follow them.” While this is spoken of those who shall die because they will not worship the “Beast” as commanded in the previous chapter (Rev. 13:15), yet it is blessedly true of all the sainted dead. We see from the above passages that the “state” of the dead in their disembodied condition is that of REST. It will be rest from pain and weariness, from care and worriment, from sorrow and bereavement, and all the ills that flesh is heir to. It will be rest from that “Christian Warfare” so vividly described by the Apostle in Rom. 7:15-25. It will also be rest from LABOR. Jesus said—”I must work the works of Him that sent me, while it is DAY: the NIGHT cometh, when no man can work.” John 9:4. In this present life we are alive and active. As believers we are engaged in the Lord’s work of Evangelism, Teaching and Preaching the Gospel, Christian Stewardship, etc. For us it is DAY. But the “NIGHT OF DEATH” will come when we can no longer work. In 2 Cor. 5:10, we read—”We must all appear before the ‘Judgment Seat of Christ’; that everyone may receive the things done IN HIS BODY, according to that he hath done, whether it be good or bad.” The “Judgment Seat of Christ” is for the Judgment of the Righteous only, and is not set up until after the Resurrection of the Righteous. See the chapters on the Resurrections and Judgments. If the Righteous are to be judged at that Judgment for the “things” done IN THE BODY, then the inference is, that they do no WORKS in the “Intermediate State,” for if they do, why are not those “Works” judged as well as the works they did in the body? From this we see that the “Intermediate State” is a state of REST. But by rest we must not think that it is a state of idleness, that we shall do nothing but sit and sing. There will be much to occupy our time, and we shall have the sweet society of our loved ones and the saints of all ages.

3. It is a State of “BLISS.”

The word “Paradise” suggests that. We are- told that, “BLESSED are the dead who die in the Lord.” Rev. 14:13. The word “blessed” means “happy,” then HAPPY will be the Righteous in Paradise. And as “happiness” is an emotion that demands consciousness to be experienced, the Righteous must be conscious in Paradise. As it was said of Lazarus that in Paradise he was “comforted,” we see that there will be no sadness to mar our happiness. The word Paradise means a “garden” or “enclosed place” like a beautiful park. If the earthly Eden was a Garden of “Matchless Delights,” then the Heavenly Paradise must be a place of “Ravishing Beauty.” Why did God prepare such a place of enchanting beauty for a home for the soul between the death and resurrection of the body, if it is nothing but a vast “Bedroom” with its inhabitants all asleep ? No; Paradise is the “Beulah Land” in which the Righteous wait for the adoption, to wit, the REDEMPTION OF THEIR BODIES. Rom. 8:23.

4. It is a State of “INCOMPLETENESS.”

The “Intermediate State” is not the “FINAL State” of either the Righteous or the Wicked. While what we have said as to Paradise is true for the Righteous, the reverse is true for the Wicked. The Wicked shall spend the “Intermediate Stage” of their existence in the “HELL Section” of the Underworld. And if Lazarus was “comforted” in Paradise, the Wicked, like the “Rich Man,” will be “tormented” in Hell. The picture is not pleasant, but the implication is that the Wicked will be as unhappy in Hell as the Righteous are blissful in Paradise.

The “Intermediate State” is a state of INCOMPLETENESS. Death does not usher us into the “Final State.” That is, we do not go immediately to “Heaven” or the “Lake of Fire” when we die. We must first get our Resurrection body and be Judged before we can go to either place. The “Intermediate State” is a state of incompleteness because we have no physical body. In it we are only a “duality,” having only “soul” and “spirit.” We must get back our body before we can again be a “trinity.” This accounts for why we must rest and do no work in the “Intermediate State.” We need a physical body in which to work, for without it we can have no communication with this or other worlds. Moses and Elijah could not have appeared on the Mount of Transfiguration if they had not had their Resurrection bo lies. This leads to our last thought.

5. It is a State of HOPE.

We speak of the “Church Militant” and the “Church Triumphant,” meaning the Church on earth and the Church in Heaven. The Apostle Paul speaks of it as the whole “Family” in HEAVEN AND EARTH. There is but one family of God. The family of the “NEW BORN.” John 3:5. Heb. 12:23. Part are in Heaven (Paradise), and part are on the Earth. They both have the same HOPE, the “BLESSED HOPE.” They are both looking for the “Glorious Appearing” of the Great God and our Saviour JESUS CHRIST. Titus 2:11-14. The Church on earth is looking for His “Glorious Appearing,” that they may be “caught up” without dying and having to pass through the “Intermediate State,” and may receive their “Glorified Bodies,” and be able to mock “Death” by shouting—

“O DEATH, WHERE IS THY STING?
O GRAVE, WHERE IS THY VICTORY?”
1 Cor. 15:55.The Church in Heaven is waiting for the same event, for until Jesus returns there can be no Resurrection of the dead, and the Saints in Paradise must remain in their state of incompleteness, with its limitations. The “Blessed Hope” then is the “Hope” of both the Saints in Glory and the Saints on the earth.

 

Posted in English | 31 Comments

HisStory >> << Prophecy

 How can one truly “proves” the Bible is authentic?

 in History and in Prophecy

There is a symmetrical pattern exist between the two.

The Ekklesia (Church) is the Pinnacle and Crown of the sixty six books of Biblical Revelation
I. History -
God’s history in the past.
at Present
II. Prophecy -
God’s Revelation of the future
12. Church called out Rom 8:28-30 12. Church called
up
1 Thes 4:16-17
1 Co 15:51-54
11. The ministry of Christ his life and death 1 Tim 1:15 11. The ministry of AntiChrist 2 Thes 2:3-4
10. The first advent of Christ Gal 4:4-5 10. The Second Advent of Christ Matt 24:1-51
9. Times of the Gentiles Lu 21:24 9. The times of the Gentiles- close of Tribulation Matt 24:29-31
8. Israel called and blessed Gen 12:1-3  8. Israel recalled and given blessing Isa 11:1-16
7. Construction of Babylon Gen 11:1-9 7. Destruction of Babylon Rev 18:1-24
6. Mankind dealt with as a whole Gen 4:1-26 -  Gen 11 6. Mankind dealt with as a whole Matt 25:31-32
5. Man’s subjection to Satan Gen 3:1-24 5. God’s subjection of Satan Rev 20:1-3
4. The Headship of the first man – Adam Gen 1:28 4. The Headship of the Second Man (Christ) – the last Adam Isa 2:11
Mic 4:1-7
3. Earth prepared for man Gen 1:26-30 3. Earth perfected for man (Millennium kingdom) Rev 20:4
2.Satan’s first rebellion Gen 1:2 2. Satan’s final rebellion Rev 20: 7-10
1. Heaven and earth were created Gen 1:1 1. The new heavens and new earth. Rev 21:1-27

 

Compiled by Ishak Natan

source :
J.Edwin Hartill. “Principles of Biblical Hermeneutics“. Zondervan Publishing House, 1947. p9.

 

Posted in English | 198 Comments